5 Pelaku Perjudian Domino Diamankan Timsus Maleo Polda Sulut

Berita penangkapan perjudian datang dari kota Bersehati Manado. Baru-baru ini Timsus Maleo Polda Sulawesi Utara (Sulut) menangkap lima orang pelaku permainan domino Qiu Qiu.

Kejadian itu terjadi di sebuah tempat di Karombasan. Karombasan adalah sebuah wilayah di Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut)

“Mereka kami tangkap basah ketika sedang bermain domino,” kata Katimsus Maleo Kompol kepada Prevly Tampanguma, Kamis di Manado.

Kelima pelaku tersebut masing-masing adalah LK 47 tahun, NW 46 tahun, YM 41 tahun, DM 36 tahun, ML 46 tahun.

Selain kelima pelaku, petugas juga mengamankan sederet barang bukti berupa uang tunai sekitar 1,92 juta rupiah dan tujuh bungkus kartu domino.

Dia mengatakan penangkapan diawali dengan informasi yang diterima dari warga, bahwa  ada aktivitas judi di sebuah rumah makan di wilayah Karombasan, Kecamatan Wanea.

Berita itu diterima pada Rabu (10 Juni) sekitar pukul 11 ​​malam di WITA. 

Informasi itu langsung ditindaklanjuti oleh Timsus Maleo yang dipimpin oleh Ipda Firman Rinaldi. 

Mereka langsung melakukan penyelidikan atas kegiatan perjudian yang dilaporkan warga tersebut.

Setelah menyelidiki dan memastikan kebenaran adanya aktivitas perjudian itu, Timsus Maleo langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: Cara Mudah Menghitung Borongan Pasang Pagar Panel

Disana Timsus menangkap dan mengamankan kelima tersangka perjudian tersebut beserta barang bukti.

Setelah penangkapan, kelima pelaku dan barang bukti sudah diserahkan ke Polres Manado. Selanjutnya mereka akan diproses lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Berita ini telah tayang di manado.antaranews.com dengan  judul “Timsus Maleo Polda tangkap lima pelaku judi domino”

Polisi Rahasiakan Pemeriksaan Mantan Anggota DPRD Siantar Terkait Kasus Judi

TRIBUN-Siantar – Petugas Reserse Kriminal SIANTAR, membongkar sindikat perjudian ilegal (undian) Toto yang meresahkan masyarakat.

Dalam kasus ini, petugas mengamankan tiga tersangka.

Salah satunya Rudi Tanjung, warga Jalan Patimura yang berprofesi sebagai bandar besar.

Pasca penangkapan Rudi pada Selasa malam (5 Mei 2020) itu, polisi langsung melakukan penelusuran.

Dua mantan anggota DPRD Siantar akhirnya harus berurusan dengan penyidik ​​karena dikabarkan terlibat dalam kasus tersebut.

Dua mantan anggota DPRD Siantar itu yakni Eliakim Simanjuntak dan Rudolf Hutabarat.

Eliakim Simanjuntak adalah mantan Ketua DPRD Siantar periode 2014-2019 dari Partai Demokrat.

Sementara Rudolf Hutabarat, mantan anggota DPRD Kota Siantar periode 2009-2014.

Berdasarkan apa yang diamati wartawan, Eliakim Simanjuntak dan Rudolf Hutabarat mendatangi Polsek Siantar pada Rabu sore (5 Juni 2020).

Kedua anggota ini dibawa dengan mobil Avanza.

Saat mereka turun dari mobil, keduanya tampak ditemani oleh kedua temannya, yang identitasnya masih belum diketahui.

Kapolres Simalungun Jatanras, Ipda Wilson Panjaitan, yang kebetulan menemani dua mantan anggota dewan itu, enggan memberikan pernyataan.

Dia meminta awak media mengecek hal itu langsung kepada Kasubbag Humas Polres Siantar, Iptu Rusdi Ahya.

Kalau ada informasi, nanti kami beri tahu,” kata Rusdi, Kamis sore (5 Juli 2020).

Informasi yang didapat dari Tribun Medan bahwa kasusu ini bermula dari penangkapan dua orang tersangka Minardi Purba, 42, dan Linggom Saragih, 38.

Keduanya adalah “kaki tangan” tersangka Rudi Tanjung, yang tinggal di Jalan Bah Biak, Desa Sukadame, Kecamatan Siantar Utara.

Saat ditangkap, Minardi Purba mengantongi buku bernomor undian dan uang tunai Rp. 600.000.

Sementara itu dari tersangka Linggom Saragih juga didapati catatan pembelian nomor undian, telepon seluler, dan uang tunai Rp 592.000.

Berdasarkan pengakuan keduanya, mereka kerap menyerahkan hasil penjualan togel kepada tersangka Rudi.

Namun, belum bisa dipastikan soal hubungan antara mantan anggota dewan yang dipanggil polisi itu dengan kasus ini.

Sumber tribunnews.com

Polisi Telah Menangkap Tiga Pemain Judi Poker Online

Polisi pada Senin (13/4) menangkap JS (38), BU (28) dan AS (34), warga Subbagian Sodonghilir, warga Subbagian Singapura. 

Ketiganya sedang bermain poker di salah satu restoran internet (Vornet) di distrik Singapura. Kapolres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana SIK menjelaskan, ketiganya ditangkap saat anggota Polsek Tasikmalaya mengajukan seruan mahkota ke tempat-tempat umum termasuk restoran internet. 

Mereka kami lindungi saat patroli Kovid-19. Padahal, di restoran online itu, kami melihat tiga orang berjudi dan berjudi secara online,” kata Kapolsek di Polres Tasikmalaya kemarin.

Ia mengatakan cara para penjahat berjudi adalah dengan melakukan transaksi terlebih dahulu di salah satu ATM bank. Setelah deposit baru mereka bermain online di kafe online. Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Cisco de Kuveler Tarigan S.I.K. 

Dia mengatakan perjudian penjahat hanya untuk keuntungan dan mata pencaharian. Dari pasal 1 sampai 3E KUHP, kami menggunakan pasal 303. Siapa pun yang berjudi diancam hukuman penjara maksimal 10 tahun,” kata Siswo.

ilustrasi hukum pidana

baca juga: Pria Usia Setengah Abad Terjerat Kasus Judi Togel

Dengan mengidentifikasi penjudi online, mereka sengaja berjudi untuk mendapatkan keuntungan dan menggunakan hasilnya untuk bersenang-senang. Bukti bahwa dua ATM dan dua set komputer aman. Rata-rata, ratusan ribu pemain berjudi dengan modal. Dengan bertaruh pada bandar judi online, ”ujarnya.

Sumber: Radartasikmalaya.com

44 Pelaku Judi di Banyuwangi Diciduk Saat Polresta Banyuwangi Mengadakan Razia

Sebanyak 44 tersangka dari 30 kasus perjudian berhasil ditangkap Polda Banyuwangi beserta jajarannya dalam kurun waktu 5 hari. Salah satu tersangka adalah seorang wanita.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Arman Asmara Syarifuddin, mengatakan terungkapnya 30 kasus perjudian pada 6-10 Desember 2019.

“Jadi kami temukan 30 kasus dengan 44 tersangka selama 5 hari,” ujarnya, Rabu (11/12/2019) di Mapolresta Jalan Brawijaya Banyuwangi.

Arman menyatakan bahwa mereka memiliki 7 mode permainan. Yaitu, Stempel Judi, Capsa, togel, Judi Online, Aduq, Remi dan Ceki. Ke 44 tersangka tersebut dijerat Pasal 303 KUHP.

ilustrasi barang bukti

baca juga: Akibat Main Judi Poker di Facebook Dipenjara Selama 130 Hari

Ia mengatakan, dalam melakukan permainan untung-untungan tersebut, para tersangka bermain secara berkelompok dan berjudi beberapa kali.

Alat bukti ada 14 jenis, uang tunai Rp 4.585.000, serta beberapa ATM, buku tabungan dan sepeda motor, katanya.

Kasus ini terungkap oleh Satreskrim sendiri ditambah 10 unit bagian penyidik,” ujarnya.

Sumber: jatimnow.com

Pemuda Kecanduan Judi Poker Online Diringkus Polisi

Pihak kepolisian Surabaya berhasil mengamankan seorang pemain judi poker online yang sedang bermain di warnet. Tersangka dalam kasus ini adalah Abu Hery (29) warga Bronggalan Surabaya. Kepolisian sedang melakukan pengintaian dan ia tidak sadar ketika sedang asyik bermain judi online jenis poker.

Saat diringkus, Abu tak dapat mengelak setelah polisi melihat dirinya tengah memasang taruhan dalam sebuah situs judi poker di bilik warnet tersebut pada Selasa 5, November 2019 malam.

Baca juga: Pengakuan AG Sebagai Admin Judi Online SBOBET Kelas Dunia

Penangkapan ini dilakukan karena adanya laporan dari warga yang menyebutkan bahwa warnet tersebut sering dipakai untuk bermain judi online. Setelah didalami, anggota kepolisian langsung turun ke lapangan untuk mengintai sekaligus menangkap tersangka.

Tersangka sudah aktif bermain judi poker online selama satu tahun. Warnet itu juga menjadi tempat langganan baginya untuk bermain judi. Abu biasanya memasang deposit mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Akibat perbuatannya ini, tersangka diamankan ke Mapolsek Bubutan. Ia juga akan dikenakan pasal 303 KUHP terkait tindak pidana perjudian.

Sumber: surabaya.tribunnews.com

Akibat Kecanduan Game Online Ahwan Masuk Penjara Lagi

Ahwan Harisman muda, 25, harus memberikan timah panas sebagai hadiah setelah seorang ibu mencuri seekor sapi dan anaknya. Penindakan tegas dilakukan pada Selasa (9/7/2019) saat petugas menangkap tersangka karena dianggap melawan.

Ahwan mengaku bertekad mencuri ternak karena kecanduan judi online.

“Saya menghasilkan uang dari judi online. Saya sudah berpartisipasi selama setahun,” kata Ahwan kepada Beritajatim.com.

Berdasarkan informasi, Ahwan adalah panggilan warga yang ditangkap dalam kasus pidana. Ahwan harus kembali ke penjara dalam kasus baru ini. Utomo, 40, warga Dusun Widengan di Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, ditangkap setelah mendapat informasi dari aparat kepolisian.

Berdasarkan laporan korban atas sapi yang hilang tersebut, petugas dari Polsek Pengirim dan Reskrim Polsek Tuban langsung melakukan penyidikan dan mencari barang bukti dari saksi. Selain itu, petugas dan korban menggeledah pasar sapi yang hanya berjarak dua kilometer dari rumah.

Kapolres Tuban seraya menyerahkan sapi curian itu kepada pemiliknya.

Pelaku tertangkap mencuri sapi dan anaknya langsung dibawa ke pasar sapi. Ada saksi mata yang menyaksikan sapi tersebut dibawa jalan kaki. Sapi dan pedetnya dijual seharga 12 juta riyal,” kata Kapolres Tuban AKBP Nanogrid yang memimpin pelepasan kasus tersebut.

Seorang petugas yang menggeledah pasar sapi menemukan bahwa sapi tersebut masih ada di pasar dan telah dibeli oleh pelakunya. Namun, anak dari orang tua yang dibeli masih dalam proses penggeledahan.

Pembeli juga tidak curiga dan tidak ragu, karena pelaku menjual barang curian dengan adil. Pelaku adalah pengulangan penipuan dan sudah ditangkap,” tambahnya.

Pelakunya memiliki sisa Rs 850.000 dari penjualan sapi senilai jutaan rupee. Dalam kasus ditemukan seekor sapi, segera diserahkan kepada pemiliknya tanpa biaya.

Sumber: Suara.com

Akibat Kecanduan Game Online Ahwan Masuk Penjara Lagi

Ahwan Harisman muda, 25, harus memberikan timah panas sebagai hadiah setelah seorang ibu mencuri seekor sapi dan anaknya. Penindakan tegas dilakukan pada Selasa (9/7/2019) saat petugas menangkap tersangka karena dianggap melawan.

Ahwan mengaku bertekad mencuri ternak karena kecanduan judi online.

“Saya menghasilkan uang dari judi online. Saya sudah berpartisipasi selama setahun,” kata Ahwan kepada Beritajatim.com.

Berdasarkan informasi, Ahwan adalah panggilan warga yang ditangkap dalam kasus pidana. Ahwan harus kembali ke penjara dalam kasus baru ini. Utomo, 40, warga Dusun Widengan di Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, ditangkap setelah mendapat informasi dari aparat kepolisian.

Berdasarkan laporan korban atas sapi yang hilang tersebut, petugas dari Polsek Pengirim dan Reskrim Polsek Tuban langsung melakukan penyidikan dan mencari barang bukti dari saksi. Selain itu, petugas dan korban menggeledah pasar sapi yang hanya berjarak dua kilometer dari rumah.

Kapolres Tuban seraya menyerahkan sapi curian itu kepada pemiliknya.

Pelaku tertangkap mencuri sapi dan anaknya langsung dibawa ke pasar sapi. Ada saksi mata yang menyaksikan sapi tersebut dibawa jalan kaki. Sapi dan pedetnya dijual seharga 12 juta riyal,” kata Kapolres Tuban AKBP Nanogrid yang memimpin pelepasan kasus tersebut.

Seorang petugas yang menggeledah pasar sapi menemukan bahwa sapi tersebut masih ada di pasar dan telah dibeli oleh pelakunya. Namun, anak dari orang tua yang dibeli masih dalam proses penggeledahan.

Pembeli juga tidak curiga dan tidak ragu, karena pelaku menjual barang curian dengan adil. Pelaku adalah pengulangan penipuan dan sudah ditangkap,” tambahnya.

Pelakunya memiliki sisa Rs 850.000 dari penjualan sapi senilai jutaan rupee. Dalam kasus ditemukan seekor sapi, segera diserahkan kepada pemiliknya tanpa biaya.

Sumber: Suara.com

Sedang Asyik Berjudi Rosie Tertangkap Polisi

Saat bersembunyi dari polisi di sebuah restoran online di Jalan Ploso Baru, Abdul Rosie berpura-pura sedang mempelajari internet.

Namun, pemain berusia 28 tahun itu belakangan diketahui terlibat perjudian online. Sebagai tindakan pencegahan, Tali Merah dibawa ke Polres Pabean Cantian Kali Dingin. Penangkapan Rosie dimulai dengan laporan dari warga. 

Yakni tentang kebiasaan judi online yang suka dilakukan pelaku di sebuah restoran online di Jalan Ploso Baru. 

Anggota dari Canadian Customs Police Reskrim segera menanggapi laporan tersebut. “Anggota kami sedang mengejarnya,” kata Ivan Andreas, kepala unit kejahatan polisi Kantian Iptu.

Padahal, saat mengawasi beberapa hari lalu, waktu masih pukul 16.30. Polisi bersembunyi begitu mereka yakin bahwa korban ada di restoran. 

Rosie terkesima dengan respon kedatangan petugas berpakaian preman. Meski begitu, dia berbohong kepada petugas. Ketika polisi tiba, Rosie menambahkan layar baru ke komputernya. 

ilustrasi

Baca juga: Pengakuan AG Sebagai Admin Judi Online SBOBET Kelas Dunia

Dia beralasan bahwa dia mempelajari internet sambil menunggu matahari terbenam. Namun, polisi tidak percaya. 

Petugas melakukan pengecekan komputer yang digunakan pelaku. Petugas membenarkan bahwa Rosie telah menemukan situs game online Bandarq berjalan di layar yang berbeda.

Tanpa basa-basi Rosie langsung dibawa ke kantor polisi dan dimintai keterangan lebih lanjut. Di hadapan penyidik, dia mengaku sudah beberapa kali berjudi online.

Artikel ini telah tayang di JPNN.com

Kalah Hingga Triliunan di Meja Judi

Judi pasti bisa membuat siapapun ketagihan. Apalagi saat mereka sukses. Sayangnya, keberuntungan seseorang yang berjudi tidak selalu sirna.

Nyatanya, banyak orang yang rugi triliunan rupiah karena berjudi. Siapa saja? Inilah orang-orang itu, seperti yang dilaporkan banyak sumber.

1. William Yan

Mantan direktur utama sebuah perusahaan farmasi di China itu mengalami kerugian hingga RP4T. Mengetahui jumlah yang besar, Yan menggeledah propertinya dan menggelapkan dana perusahaan untuk memuaskan hobinya berjudi.

2. Terry Watanabe

Hilangnya RP 2.7T Terry membuat pengusaha ini terkenal. Tentu saja namanya dinaikkan bukan karena kepiawaiannya dalam mengelola bisnisnya, melainkan karena kehabisan uang saat berjudi. 

Namun, Terry tak mau menganggap enteng kekalahan itu. Dia menuduh bahwa kasino sengaja memberinya alkohol agar dia kehilangan kesadaran selama berjudi.

3. Shenley Ye Gone

Namanya terkenal di meja kasino karena sesekali kalah. Jika dijumlahkan, jumlah uang yang dikucurkan ke meja judi lebih dari Rp 1,6 T.

Baginya, uang sebesar itu tidak seberapa dibandingkan dengan penghasilannya sebagai pembuat obat. Namun, setelah ditangkap dan dipenjara selama 25 tahun, ia harus menerima konsekuensi tindakannya.

4. Omar Siddiqui

Tidak hanya harus membayar 880 miliar riyal, ia juga harus mendekam di penjara karena menipu rekan bisnisnya untuk melunasi hutangnya. Omar dijatuhi hukuman enam tahun penjara atas kejahatan tersebut.

5. Kerry Packer

Casio adalah tempat umum untuk berjudi di negara-negara Eropa. Hadiah yang menarik mempersiapkan kita untuk membelanjakan uang.

Kelompok asal Australia ini dikenal sebagai pecinta judi. Dalam setahun, dia bisa menghabiskan hingga 577 miliar riyal untuk berjudi. Ini masih sebanding dengan kemampuannya bermain judi kartu.

6. Archie Carus

Namanya sudah melegenda di dunia poker. Faktanya, nama pria ini digunakan sebagai salah satu karakter virtual dalam permainan poker. Archie adalah pria beruntung yang pernah menghasilkan $ 50 juta setahun dari perjudian. Namun dia merugi hingga 542 miliar riyal karena berjudi. Reputasinya berakhir ketika dia ditangkap atas tuduhan selingkuh di meja kasino.

7. Harry Kawas

Pria ini tergila-gila berjudi. Padahal, dia pernah rugi 227 miliar riyal. Sayangnya, dia mencoba mencuri uang untuk melunasi utangnya.

Sumber: Liputan6.com

Diblokir Polisi, Bandar Judi Kembali Buka Situs Baru

Pemblokiran sebanyak 360 situs perjudian yang dilakukan kepolisian tidak membuat pelaku bisnis haram itu kehilangan akal. Tidak tinggal diam setelah diblokir, para pemilik status langsung membuka situs dan rekening penampung baru.

“Memang sudah begitu kami blok, sudah dia buat (pernyataan) di situs itu, ‘situs ini tidak digunakan lagi, akan kami ganti dan rekening ganti,'” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Victor Simanjuntak, Jumat (22/5). Saat ini, menurut Viktor, penyidik sedang menelusuri pemilik 360 situs tersebut. 

Dari ratusan situs yang diblokir, terungkap 460 rekening penampung dana milik pribadi pelaku yang langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Rekening-rekening tersebut sudah diblokir sejak Senin pekan ini. Namun Viktor mengaku tidak menerima keluhan dari para pemiliknya. Karena itu, dicurigai rekening tersebut dimiliki oleh pelaku fiktif.

Polri berkoordinasi dengan kepolisian resor tempat rekening dibuka untuk mencari keberadaan pelaku. Dalam kasus ini, Viktor menyatakan, sama sekali tidak ada kerjasama dengan pihak bank yang digunakan untuk membuka rekening penampung dana.

Kasus ini terungkap sejak pekan lalu setelah Direktorat yang dipimpin Viktor melakukan Patroli Siber.

“Ini adalah tindak lanjut dari perintah Kapolri (Jenderal Badrodin Haiti) untuk memberantas berbagai kejahatan. Salah satunya adalah memberantas judi online (daring),” kata Viktor.

Sejauh ini, kepolisian belum mengetahui banyak informasi mengenai kasus tersebut. “Kami akan tahu semuanya setelah PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) membuka informasi terkait rekening-rekening yang sudah dibekukan,” ujar Viktor.

Sumber: CNN Indonesia